Homesick Syndrome

“Wooaa, bumi sangat indah sekali. Bolehkah aku hidup di bumi” Seorang pemuda remaja yang lahir dan dibesarkan di planet mars mengungkapkan keinginannya kepada CEO perusaan antariksa yang menangani program kolonialisasi planet mars. Sang CEO hanya tersenyum “Ini lucu sekali, disaat mereka menginginkan sepertimu hidup di mars.”

Beberapa hari yang lalu di malam yang gerimis nan syahdu, saya menonton sebuah film yang Continue reading

Trip to Hatyai

Terkadang saya berfikir untuk apa orang-orang melakukan traveling sampai meghabiskan dana yang tidak sedikit. Jujur saja, dunia programing yang hampir tiga tahun saya tekuni ini membuat saya terbiasa di depan laptop dan menyusun berbaris-baris kode yang membingungkan. Dengan hanya bermodal internet kencang kami para programer sudah mendapat kepuasan batin tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Hal ini yang membuat saya berfikir dua kali ketika ada teman yang mengajak saya untuk traveling.

“Dab, apa tujuan terbesarmu dalam hidup ini?” Malam itu sahabat Continue reading

Batasan sebuah bahasa

Pernah terfikir ga sih jika kita hidup pada dunia yang tidak memerlukan bahasa. Dunia dimana untuk berkomunikasi kita hanya perlu mentranfer fikiran dan memori kepada orang lain layaknya tokoh Profesor X dalam film X-Men. Dengan begitu  tidak akan ada lagi kesalah-pahaman dalam berucap, tidak ada lagi penjelasan panjang lebar dalam menyampaikan sesuatu, tidak ada lagi kebohongan. Semua orang di belahan dunia manapun dapat berkomunikasi tanpa batasan sebuah bahasa. Hal ini yang baru saja saya pahami beberapa waktu yang lalu.

https://i2.wp.com/img.cinemablend.com/cb/a/2/2/8/4/6/a228464cfba5ea2e9c85ef75ba4207a4e2ebf01eab442ce2797c696649ced469.jpg

Empat bulan yang lalu saya dapat tawaran dari dosen untuk studi exchange satu semester ke universitas yang cukup besar di negara Malaysia, UUM (Universiti Utara Malaysia). Tentu saya sangat Continue reading