Misi baru sang kesatria

Langkah kaki itu matap menapaki jalanan setapak membawanya menuju sebuah café kecil di tengah kota tempat dimana mereka semua telah berkumpul. Ferre sengaja membatalkan semua kegiatannya pada hari itu. Tentu saja setelah melalui perdebatan sangat panjang degan sekertarisnya. Entah mengapa pada malam sebelumnya sesuatu yang tak asing kembali muncul dalam mimpinya. Sosok yang tidak mungkin ia lupakan.

“Diva kau kah itu?”

Senyum itu masih sama, hangat sekaligus membekukan. Seseorang dari masa lalu yang tiba-tiba menghilang entah kemana, kini malah menyapanya  di dalam mimpi.

Enkau menjadi ke-khas-an tersendiri dengan raut kebingunganmu itu Ferre. Benar-benar tidak berubah”

“Ya aku yakin itu kamu. Ada apa ini. Terakhir kau bilang akan menemuiku dengan wujud Diva si pedagang kue…”

“Atau Diva si tukang kebun?”

“Baru aku mau bilang begitu” Re merasa lega ternyata dia masih Diva yang sama yang ia kenal. “Apa sesuatu telah terjadi?”

“Ada sesuatu yang harus kusampaikan kepadamu, waktuku disini itdak banyak. Segalanya hampir tiba pada akhirnya. Empat gugus kini telah bersatu, dan mereka ada di jakarta. Akan tetapi gerak gerik mereka telah terbaca oleh peretas. Kini banyak peretas dari seluruh dunia mulai berdatangan ke Jakarta. Kamu harus membantu mereka. Aku mohon kesatria.”

Sekilas Ferre bergidik, ini kali pertama Diva memanggilnya dengan sebutan kesatria, nama sejatinya dan lebih dari itu Diva yang tentu fere tau bahwa tidak ada yang tidak bisa dia lakukan memohon bantuan kepadanya. Sesuatu pasti benar-benar gawat.

“As you wish, bintang jatuh”

Hai Iblis Kecil [part 1]

Mimpi..
Memikirkannya saja sudah membuatku malu. Aku bahkan merasa tidak layak lagi mempunyai mimpi. Sudah lama aku menguburnya dalam-dalam entah dimana aku sudah lupa.
Tunggu dulu. Apa ini. Sekejap ada sekelebatan cahaya di dalam benak ketika aku memejamkan mata. Tangan mungil itu menggenggam ibu jari ku. Siapa dia? Aku membalas genggamannya. Lembut. Seolah dia menyalurkan energi aneh ketika aku menggengam tanganya. Aku ingat sekarang. Ingatan yang seharusnya tidak kulupakan. Awal kisah ketika aku mengubur semua mimpi-mimpi itu.

Continue reading