Last Scene

Saya tidak mengerti lagi definisi antara apa itu pergi dan apa itu pulang. Hal yang saya pahami sebelumnya bahwa pergi berarti meninggalkan rumah dan pulang berarti kembali ke rumah kini malah berujung pada sebuah pertanyaan, sebenarnya rumah itu seperti apa?

Hari terakhir berada di UUM memang sangat

Continue reading

Advertisements

Uzbek Roommate

Berlanjut dari tulisan saya sebelumnya berjudul ‘Batasan sebuah bahasa‘. Pada kesempatan ini saya akan bercerita tentang kehidupan saya setelah tiba di Inapan Siswa (Inasis) UUM untuk pertama kalinya.

Malam itu sudah  terlampau larut ketika saya tiba di bus stop inasis. Saya berpisah dengan teman rombongan saya dari UAD yang memiliki inasis yang berbeda. Sebelumnya saya sama sekali tidak memiliki gambaran tentang kamar yang akan saya tempati nanti apakah sendiri apa berdua bersama roommate. Tetapi kunci kamar bertuliskan TM 7D 215 sudah berada di genggaman. Jadi nanti jika begitu sampai kamar ternyata di dalam kamar ada monster sekalipun, saya bisa melempar kunci ini kearah monster itu sebagai senjata pamungkas (sama sekali gak berguna).

Dengan ditemani oleh seorang buddies* kami bergegas menuju ke kamar baru saya. Koper saya tarik melewati jalan masuk bertuliskan INASIS TM yang kemudian disambut dengan pemandangan bangunan berlantai 3 dan lampu-lampu penerang jalan yang menyapa redup juga minimarket kecil yang pada pintu depannya terdapat tanda yang bertuliskan closed. Continue reading