Trip to Hatyai

Terkadang saya berfikir untuk apa orang-orang melakukan traveling sampai meghabiskan dana yang tidak sedikit. Jujur saja, dunia programing yang hampir tiga tahun saya tekuni ini membuat saya terbiasa di depan laptop dan menyusun berbaris-baris kode yang membingungkan. Dengan hanya bermodal internet kencang kami para programer sudah mendapat kepuasan batin tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Hal ini yang membuat saya berfikir dua kali ketika ada teman yang mengajak saya untuk traveling.

“Dab, apa tujuan terbesarmu dalam hidup ini?” Malam itu sahabat saya Pascal menanyakan sesuatu yang tiba-tiba kepada saya.

“hmm apa ya dab.. Masuk surga mungkin” jawab saya asal.

“Itu sih tujuan setelah hidup, maksud ku tujuan terbesar ketika kamu masih hidup.”

Jujur sampai sekarang saya masih belum yakin dengan tujuan terbesar dalam hidup, mungkin sesimple melihat orang di sekitar bahagia “Belum yakin juga sih dab, memangnya menurutmu tujuan terbesar dalam hidup itu bagaimana?”

Dengan gayanya yang khas dia menjelaskan “Kalau aku punya dua tujuan terbesar dalam hidup. Yang pertama aku sangat ingin melihat terbentuknya sebuah peradaban yang sebaik-baiknya peradaban di dunia ini, peradaban yang memuliakan perempuan, peradaban yang di dalamnya juga terdapat perpustakaan sebagai sumber pengetahuan seperti yang digambarkan dalam buku the new atlantis  karangan Francis Bacon” saya dapat memahaminya. Satu-satunya orang yang pernah saya kenal yang gila tentang hal seperti itu hanyalah Pascal.

“Dan yang kedua aku ingin berkeliling dunia melihat sejauh mana peradaban yang ada saat ini, melihat kehidupan sosial mereka, melihat keunikan budaya pada setiap daerah, juga melihat…”

“Oke okee, Aku paham arah pembicaraan ini” Potong saya sebelum pascal melanjutkan lebih jauh “Sorii deh dab, mending aku tidur di kamar” sambil menarik sarung menutupi kepala.

“Rugi banget lho dab, kita udah sampai sini tapi gak kemana-mana. Asal kamu tau aja, traveling itu merupakan perintah dalam Al-qur’an. ‘Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.’ qur’an surat Al-Mulk ayat 15. Woy dengar nggak!” sambil melempar pulpen, melihat saya malah menutup kepala dengan bantal. “Janji deh kita gak akan keluarin duit banyak. Kita coba ke yang terdekat dulu. Hatyai mungkin. Kata temen ku tempatnya bagus buat traveling.”

“oke iyaa iyaa..” sambil melempar bantal ke arah pascal “tapi aku cuma ngasih budget 50 ringgit sama aku ada uang baht 500 aja buat ke sana gak lebih.”

Begitulah akhirnya kami sepakat untuk traveling ke Hatyai. Keesokan harinya kami bertemu sahabat kami Shafiq, student dari Brunei Darussalam setelah sholat jum’at. Kami bercerita bepadanya bahwa kami akan traveling ke Hatyai pada semester-break minggu depan dan dia memutuskan untuk ikut bersama kami.

Pada hari ke lima semester break, tanggal 4 April kami berangkat dari Inasis TM, UUM. Malam sebelumnya kami telah survey tempat mana aja yang mau kami kunjungi via Youtube dan kami telah mengantongi beberapa nama untuk kami kunjungi. Perjalanan kami terekam dalam video blog saya berikut:

 

 

 

Tanggal 5 April pada siang hari kami kembali tiba di UUM. Setelah apa yang saya alami selama perjalanan, saya sadar bahwa traveling sangat penting untuk membentuk karakter seseorang. Di sana saya bisa melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, menyadari bahwa dunia ini begitu luas. Ada banyak hal yang sebelumnya tidak pernah saya temui. Pada akhirnya saya dapat memahami apa yang dikatakan Pascal kepada saya bahwa yang terpenting dari sebuah perjalanan itu bukanlah tempat tujuannya, melainkan proses menuju tempat tujuan, dan itu sangat menyenangkan.

Dalam sela-sela kami beristirahat setelah sampai di kamar, saya iseng bertanya kepada Pascal “Gimana dab, Menurut mu sudah sejauh mana peradaban yang kamu cita-citakan itu?”

Pascal hanya memberikan senyuman khasnya kepada saya “Sudah jauh banget dab, cewek Hatyai cantik-cantik ternyata..”

Kembali saya melemparkan bantal ke arahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s